Posts

Showing posts with the label Yang Patah Hati

Tentang Berpuisi, Tentang Cinta, dan Berpuisi Tentang Cinta

Kamu melarangku untuk berpuisi tentangnya Katamu: membuang-buang waktu, mendistraksi, merusak Jelasmu: belum waktunya, bukan saatnya, nanti saja Aku?  Seperti biasanya, percaya! Seribu persen melaksanakan amanah, Aku berhenti, keluar, stop, menjauh dari menulis demikian Puisi-puisi kugubah, yang sudah ada kuhapus, yang sudah di kepala dibuang jauh Lalu, kau tahu apa? Ternyata itu semua memang baik, Aku senang, kamu senang, beberapa saat Aku bersyukur, berterimakasih lah kita satu sama lain Tidak apa-apa kecuali apa-apa yang baik Sampai suatu hari, Kamu jatuh cinta, Kamu membuang-buang waktu, Kamu terdistraksi, Kamu... Kamu... Kamu menerima fitrahmu sebagai manusia, dan itu sebenar-benarnya benar, semoga... Tapi, ada baiknya kusampaikan saja Karenanya, karena perusakan yang dibuat cinta padamu, Aku tidak percaya lagi sama kamu,  Ya, kamu dan seluruh jenismu Manusia dan anak cucunya!

Aku, Berhenti untuk Percaya Manusia, dan Fitrah Kita Semua

Aku, mulai sekarang, harusnya sejak lama sekali Aku, berhenti berharap pada manusia Aku, berhenti percaya, mendengarkan, lebih-lebih mengiyakan Kini, aku jauhi kata pesan, berpesan, memberi, menerima, semua dibuang jauh-jauh Sebab apa? Sebabnya manusia memang sudah sepantasnya tidak untuk diharapkan, dipercaya, dan lain-lain!

Doa-Doa Yang Tidak Terkabul

Aku berdoa mendapat yang cantik Tapi yang cantik sudah dengan yang ganteng Doaku tidak terkabul Aku berharap meraih si baik Tapi yang baik sudah dengan yang lebih baik Doaku tertolak lagi Aku berekspektasi untuk si kaya Tapi orang kaya selalu mencari yang lebih, lebih, terus Doaku tidak sampai, atau ekspektasiku berlebih? Aku berdoa mendapat anak kedinasan Tapi anak kedinasan, dekatnya ya sama anak angkatan Ingin dapat calon dokter, tapi sudah dengan dokter-kakak tingkatnya Yang lebih muda, inginnya sepantaran, atau jauh lebih tua Memang sebaiknya aku ini tidak berekspektasi Jangan beresolusi, lebih baik diam dan tidak berdoa Berharap-harap juga sebaiknya dijauhi, utamakan pesimis Kuatkan jiwa realistis, lalu menjalani hidup sebagaimana mestinya Atau sebaliknya? Aku yang salah berdoa, aku yang tidak percaya pada-Nya Aku yang terlalu mengejar padahal memang belum waktunya Memang, sabar itu mutiara Dan sudah pasti,  Berdoa untuk mendapatkan bimbingan dari-Nya, adalah sebaik-baik doa ...