Part 1. Seperti bagaimana matahari terbit tanpa meminta izin kepada malam, menghadirkan begitu saja semburat fajar jingga kemerahan. Atau begitu juga dengan gagah perkasanya awan-awan mendung menutupi cerahnya langit, menghadirkan abu-abu menyelimuti biru-biru. Kemudian bulan dan bintang tidak ditiup angin atau pun ditarik paksa oleh gelap malam, datang penuh sukarela menerangi hitam-hitam langit. Menghadirkan cahaya lembut memanjakan, meneduhkan, menemani istirahat bumi dan seluruh isinya yang kelelahan. Atau mengenai siang hari matahari tinggi-tinggi di langit, menumbuhkan bunga-bunga mempesona, meniupkan hawa panas meskipun tidak ada yang memintanya, tanpa adanya sebuah penghargaan akan betapa kuasanya menggerakkan kehidupan di tanah dan air-air. Part 2. Adalah kamu barangkali dihadirkan oleh mentari pagi, bersama merdu bunyi-bunyian burung gereja, daun-daun yang mulai berfotosintesis dan menelurkan embun-embun basah, segar udara di awal-awal hari, gelisah dan resah menunggu hi...
[[bahkan]] aku ingin mencintaimu, bahkan ketika kau tidak pernah sama sekali mencintaiku aku ingin menyayangimu, bahkan meskipun aku tahu kau tidak pernah menyadari betapa aku menyayangimu aku ingin mengingatmu, selalu, bahkan di saat-saat kau berusaha sepenuhnya melupakan, berpura-pura tidak pernah mengenaliku aku ingin memilkimu, selamanya, bahkan ketika kau sejadi-jadinya ingin menjauh, menyingkirkanku dari pandanganmu aku ingin mendapatkanmu, bersamamu bahkan meskipun aku jelas-jelas mengetahui bahwa kau bukanlah takdirku, dan kita memang tidak digariskan bersama namun aku tidak sekalipun terbersit untuk memaksakan semua keinginan-keinginan itu, sama sekali tidak bahkan seberapapun aku mengejar-ngejar kamu, memimpikan kamu, mendambakan kehadiranmu di hidupku, tidak akan aku paksakan semuanya itu sebab bahkan ketika kamu benar-benar memaksakan segala sesuatu dalam hidupmu, pada akhirnya: "yang menjadi milikmu, bahkan sejauh yang kau tidak mampu melihatnya sama sekali, tetap ak...
Sayang, aku pergi malam ini Entah kapan akan kembali Lembayung senja, aku benci kata ini Ikatan hati kita mungkin mati esok hari Nak, aku tak pulang malam ini Gegap gempita suara itu melawanku 'tuk datang larut nanti Kekasih, aku buang kalian malam ini Untuk kebaikan kalian ku sampaikan maaf dan terima kasih Hai hati, aku siap selingkuhi kamu malam ini Aku sudah berangkat pagi tadi Nantikan aku bersamamu malam ini
Comments
Post a Comment